Aku menyadari satu hal yang bukan untukku, sekeras apapun kupaksakan, tetap saja tak akan menjadi milikku.
Yang kuperjuangkan sekuat usahaku, jika kau tak menirima perjuanganku, tetap saja kau hanya menjadi angan-anganku.
Aku tak pernah menyesal akan keputusanmu memilihnya..
Karena mungkin bagimu, bukan dengankulah kau bisa menjemput bahagia, mengantarkanmu menjadi seseorang yang lebih dewasa, membimbingmu menjadi wanita yang sholeha, serta menuntun keluarga kecilmu menuju ke surga.
Yang aku sesalkan tak ada sedikitpun waktu bagiku untuk mampu membuatmu merasa sempurna.
Ada yang bilang; Sabar itu sakit, sabar itu pahit tapi akan indah pada waktunya, itu hanya sebuah siasat, namun sayang aku tak lihai bersiasat untuk berbagi tempat sehingga melupakan adalah hal yang begitu berat, aku juga tak pandai berdalih untuk mengambil alih sehingga yang aku lakukan hanya menguapkan sedih kala bukan aku yang kau pilih.
Dan pada akhirnya aku turut senang melihatmu bahagia dengannya. Meski terbesit rasa kecewa didada karena pasti kau tahu apa sebabnya.
Terimakasih atas segenggam rasa yg pernah kau beri, aku berusaha menjauh pergi, mencoba memadamkan rasa yg terus bergejolak dihati ini seorang diri.
Ketika kukira Aku istimewa, Desember tahun tertama.
Karena mungkin bagimu, bukan dengankulah kau bisa menjemput bahagia, mengantarkanmu menjadi seseorang yang lebih dewasa, membimbingmu menjadi wanita yang sholeha, serta menuntun keluarga kecilmu menuju ke surga.
Ketika kukira Aku istimewa, Desember tahun tertama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar